Kecerdasan Sosial

Kecerdasan sosial tidak kalah penting dibandingkan dengan kecerdasan intelektual. Banyak para orangtua yang sangat senang apabila anaknya mendapat nilai yang selalu bagus di sekolahnya. Hal tersebut memang benar, namun tidak seutuhnya benar. Sebab menurut  penelitian yang dilakukan oleh Daniel Goleman (1995 dan 1998) menunjukkan bahwa kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual memberikan kontribusi sebesar 80% terhadap tingkat kesuksesan seseorang, sedangkan kecerdasan intelektual hanya memberikan kontribusi sebesar 20%.

Mengapa bisa seperti itu ?

Seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan sosial yang tinggi, cenderung akan lebih mudah beradaptasi dan pandai berkomunikasi, sehingga akan memiliki banyak teman dan dia akan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Kemampuan seperti itu lah yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada pada zaman sekarang ini.

Success

Pengertian Kecerdasan Sosial

Menurut Thorndike (dalam Goleman, 1995) pengertian kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memahami dan mengatur orang untuk bertindak bijaksana dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Kemudian Anderson, (dalam Safaria, 2005) mengungkapkan konsep kecerdasan sosial diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi saling menguntungkan.

Menurut Handy, (2006) mengatakan bahwa kecerdasan sosial ialah suatu kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan manusia.

Kemudian Kecerdasan sosial yang dipaparkan oleh Goleman, (2007) sebagai hubungan interpersonal, baik atau buruk, memiliki kekuatan untuk membentuk otak kita dan mempengaruhi sel-sel tubuh yang dapat menciptakan suatu kemampuan dalam memahami orang lain, membentuk relasi dan mempertahankannya dengan baik.

Menurut Ford memberi definisi mengenai kecerdasan sosial yaitu tindakan yang sesuai dengan tujuan dalam konteks sosial tertentu, dengan menggunakan cara-cara yang tepat dan memberikan efek yang positif bagi perkembangan.

Maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan sosial adalah ukuran kemampuan diri seseorang dalam pergaulan di masyarakat dan kemampuan berinteraksi sosial dengan orang-orang disekitarnya.

Model Lima Komponen Dasar Kecerdasan Sosial Menurut Karl Albrecht

414741

Dalam buku karangan Karl Albrecht yang berjudul The New Science of Success, disebutkan bahwa ada lima komponen dasar untuk mengasah kecerdasan sosial, yang disingkat dengan kata ‘SPACE’, yaitu :

1.         S : Situational Awareness (kesadaran situasional)

thinker

“The ability to read situations and to interpret the behaviours of people in those situations.”

Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kemampuan untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan serta hak orang lain.

Contoh       : Seseorang yang merokok di tempat umum dan menghembuskan asapnya secara sembarangan menunjukkan bahwa dia memiliki situational awareness  yang rendah.

2.        P : Presence (kemampuan membawa diri)

ShakeHand

Also known simplistically as “bearing,” is the impression, or total message you send to others with your behavior. People tend to make inferences about your character, your competence and your sense of yourself based on the behaviors they observe as part of your total presence dimension.”

Bagaimana etika penampilan Anda, tutur kata dan sapa yang Anda berikan, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan, adalah sejumlah aspek yang tercakup dalam elemen ini. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berlainan tentang mutu presense yang dihadirkannya.

Contoh       : Kita akan lebih mudah mengingat orang lain yang memiliki kualitas presence yang paling baik dan yang paling buruk.

3.        A : Authenticity (keaslian)

IMG_4441

Authenticity is the extent to which others perceive you as acting from honest, ethical motives, and the extent to which they sense that your behavior is congruent with your personal values – i.e. “playing straight.”

Authenticity atau sinyal dari perilaku kita yang akan membuat orang lain menilai kita sebagai orang yang layak dipercaya, jujur, terbuka, dan mampu menghadirkan sejumput ketulusan. Elemen ini sangat penting sebab hanya dengan aspek inilah kita bisa membentangkan jejak relasi yang mulia nan bermartabat.

Contoh : Orang lain akan lebih memercayai kita, apabila kita tulus dalam segala perbuatan, dan juga apabila kita berlaku apa adanya, tidak dibuat-buat.

4.        C : Clarity (kejelasan)

blog.handraised

       “Clarity is the ability to express ideas clearly, effectively and with impact. It involves a range of “communicating” skills such as listening, feedback, paraphrasing, semantic flexibility, skillful use of language, skill in using metaphors and figures of speech, and the ability to explain things clearly and concisely.

       Aspek ini menjelaskan sejauh mana kita dibekali kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide kita secara baik dan persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka. Sering kali kita memiliki gagasan yang baik, namun gagal mengkomunikasikannya secara baik sehingga atasan atau rekan kerja kita tidak berhasil diyakinkan. Kecerdasan sosial yang produktif barangkali memang hanya akan bisa dibangun dengan baik apabila kita mampu mengartikulasikan segenap pemikiran kita dengan penuh kejernihan dan kebeningan.

Contoh : Seseorang yang memberikan pendapatnya dengan gugup dan tidak jelas, sekalipun gagasan itu bagus, tetap saja para pendengar akan merasa tidak yakin terhadap gagasan tersebut.

5.        E : Emphaty (empati)

Dancegiveempathy

       “Emphaty is the skill of building connections with people – the capacity to get people to meet you on a personal level of respect and willingness to cooperate.”

Aspek ini merujuk pada sejauh mana kita bisa berempati pada pandangan dan gagasan orang lain. Dan juga sejauh mana kita memiliki keterampilan untuk bisa mendengarkan dan memahami maksud pemikiran orang lain. Kita barangkali akan bisa merajut sebuah jalinan relasi yang baik kalau saja kita semua selalu dibekali dengan rasa empati yang kuat  terhadap sesama rekan kita.

Model Komponen Dasar Kecerdasan Sosial Menurut Karl Albrecht

1.         KESADARAN SOSIAL

Kesadaran sosial merujuk kepada bagaimana kita memahami keadaan batiniah seseorang, memahami perasaan dan pikirannya. Unsur kecerdasan sosial yang termasuk di kategori ini adalah :

a. Empati Dasar

        Secara sederhana empati berarti mampu memahami perasaan orang lain. Orang dengan kecerdasan sosial mempunyai kemampuan untuk mampu merasakan perasaan orang lain. Disamping itu, dia juga mampu merasakan isyarat-isyarat emosi nonverbal seperti bersedih, kecewa, marah, kesal dan lain sebagainya.

     b. Penyelarasan

        Penyelarasan yang dimaksud adalah bagaimana kita mampu untuk mendengarkan dengan terbuka dan memahami apa yang disampaikan. Hal ini berkaitan erat dengan seni mendengarkan. Oleh sebab itu, seorang dengan kecerdasan sosial mempunyai kemampuan untuk mendengarkan dengan efektif. Dengan hal tersebut diharapkan mampu menyelaraskan diri dengan perasaan orang lain.

      c. Ketepatan Empatik

        Unsur yang lebih dalam dari penyelarasan yaitu ketepatan empatik. Unsur ini lebih menekankan kepada kemampuan untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Dengan memahami pikiran dan perasaan orang lain, kita mampu untuk mengerti maksud dari orang lain.

   d. Pengertian Sosial

        Sebagai unsur terakhir dari kategori kesadaran sosial, kita harus memahami apa itu dunia sosial. Kita harus mempunyai pengetahuan tentang dunia sosial, bagaimana seluk beluknya serta bagaimana dunia sosial tersebut bekerja. Dengan mengetahui hal tersebut, akan memudahkan bagi kita dalam berinteraksi dengan orang lain.

2.         FASILITAS SOSIAL

Fasilitas sosial merujuk kepada bagaimana seseorang berinteraksi dengan mulus dan efektif. Unsur-unsur kecerdasan sosial yang termasuk kategori ini adalah :

  a. Sinkroni

        Sinkronisasi yang dimaksud adalah bagaimana kita bisa berinteraksi secara mulus dengan menggunakan bahasa nonverbal. Bahasa nonverbal merupakan bahasa yang tidak menggunakan kata-kata, tetapi lebih menggunakan isyarat bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, pandangan mata, gerak tubuh dan sebagainya. Orang yang memiliki kecerdasan sosial mampu memahami bahasa tubuh dari orang yang berinteraksi dengannya. Dari ekspresi wajah lawan bicaranya, dia bisa mengetahui apakah lawan bicaranya tersebut sedang marah, emosi, kesal atau kecewa.

   b. Presentasi Diri

        Hal ini berkaitan dengan bagaimana kita menampilkan diri kita dengan efektif ketika berinteraksi dengan orang sekitar kita.

c. Pengaruh

        Orang dengan kecerdasan sosial mampu memberikan pengaruh kepada orang-orang yang berinteraksi dengannya. Dia mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu. Hal ini tentu saja dilakukan dengan menggunakan kemampuan bicara yang hati-hati serta mampu untuk mengendalikan diri.

  d. Kepedulian

        Kepedulian merupakan unsur terakhir sekaligus merupakan bentuk kecerdasan sosial yang paling tinggi. Unsur ini menekankan bagaimana kita peduli akan kebutuhan orang lain. Kepedulian ini ditunjukkan dengan melakukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan hal tersebut. Semakin kita bersimpati dengan seseorang dalam kesusahan dan  merasa peduli, semakin besarlah dorongan kita untuk menolong mereka. 

Komponen dan Indikator dari Kecerdasan Sosial

1.       Social Intelligence Internal

            -          Keinginan bersosial dari dalam diri

-          Menjalin hubungan baik dengan orang lain

-          Mengorbankan kepentingan diri demi orang lain

2.     Social Intelligence Eksternal

-           Adanya pengaruh untuk bersosialisasi

-           Menyelesaikan permasalahan dalam berinteraksi

-           Bersosial karena ada faktor yang lain (misal : agar mendapat  pujian/sanjungan dari orang lain).

Dapatkah Kecerdasan Sosial Diukur ?

Yes. Measuring SI involves identifying key interaction skills and then assessing them behaviorally. All human interaction takes place with some context or other, and effectiveness involves mastering the contexts within which one is called upon to interact. So, according to this reasoning, SI means understanding contexts, knowing how to navigate within and between various contexts, and knowing how to behave in various contexts so as to achieve one’s objectives. In other words, SI is inferred from behavior, so we use various observable behaviors as indicators of SI.

Tingkatan Kecerdasan Sosial

Sosial IQ adalah ukuran kecerdasan sosial seseorang. Skor Sosial IQ rata-rata adalah 100, jika di atas 140, maka dia memiliki Sosial IQ yang tinggi. Sosial IQ diukur dengan teknik tanya jawab. Seseorang yang memiliki Sosial IQ yang rendah dianggap belum dewasa, walaupun secara fisik dia sudah dewasa. Kebanyakan orang memiliki Sosial IQ berkisar antara 85-115.

Orang-orang yang memiliki Sosial IQ yang rendah cenderung sulit mendapatkan pekerjaan karena mereka tidak memiliki komunikasi interpersonal yang diperlukan dan keterampilan sosial untuk sukses. Orang-orang ini dapat bekerja dengan baik dalam pekerjaan meja kantor, pekerjaan rumah atau pekerjaan yang tidak memerlukan banyak interaksi, seperti konstruksi.

Sedangkan orang yang memiliki Sosial IQ yang tinggi  dianggap sangat sosial terampil dan dapat menyesuaikan diri dengan baik, dan bisa bekerja dengan baik dengan pekerjaan yang melibatkan kontak langsung dan komunikasi dengan orang-orang.

Berikut adalah tabel tingkat kecerdasan sosial berdasarkan umur :

NO

TINGKAT

SOCIAL INTELLIGENCE

UMUR

1.

120 (di atas rata-rata)

20.4

2.

110

18.7

3.

100 (rata-rata)

17

4.

90

15.3

5.

80

13.6

6.

70 (di bawah rata-rata)

11.9

7.

60

10.2

8.

50

8.5

9.

40

6.8

10.

30

5.1

11.

20

3.4

Cara Mengembangkan Kecerdasan Sosial

1. Tubuh bicara lebih banyak

2. Tubuh dapat lebih banyak bicara dari kata-kata

3. Tubuh dirancang untuk berkomunikasi dengan orang lain

4. 55% makna yang akan disampaikan dalam aktivitas tercermin pada sikap fisik

5. Tanpa kata-kata tubuh dapat mengkomunikasikan apakah seseorang sedang sedih, senang, marah, kecewa, bahagia, malu, takut, khawatir, gugup,antusias, percaya diri, minder, cemas dsb

6. Sadarilah hal tersebut

7. Mendengar lebih aktif

Cara Mengembangkan Kecerdasan Sosial Pada Anak

social_kids

1. Melatih empati anak sejak dini, empati adalah bagaimana buah hati kita bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Cobalah sesekali anak kita diajak berbagi dengan teman atau sesama yang kekurangan. Ayah dan bunda bisa lho memanfaatkan moment ultah buah hati kita untuk berbagi hadiah pada teman/ tetangga yang kekurangan. Hal ini bisa meningkatkan empati buah hati.

2. Sering-sering mengajak anak bersosialisasi dengan teman sebaya. Ketika buah hati kita sering kita ajak bersosialisasi dengan teman-temannya hal ini secara tidak langsung akan melatih skill anak dalam bersosialisasi. Anak akan belajar bahwa ada sikap-sikap positif yang harus dikembangkan agar teman-teman suka, tapi ada sikap-sikap negatif yang harus dihindari.

3. Sesekali bisa juga kita ajak di forum orang dewasa. Sesekali ayah dan bunda bisa mengajak buah hati untuk ikut diacara-acara kita. Disini akan banyak skill yang kita ajarkan ke anak. Misalkan bagaimana harus mneghormati orang yang lebih tua, bersalaman ketika bertemu, tersenyum, ramah, menanyakan kabar. Hal-hal yang dilihat oleh anak kita akan dipelajari dan di contoh oleh anak.

4. Presentasi diri dan keteladanan dari orangtua. Biarkan buah hati kita melihat dan mencontoh bagaimana cara kita bersosialisasi. Karena itu kita sebagai ayah dan bunda harus menjadi contoh dan teladan bagaimana cara yang baik dalam berinteraksi.

Referensi

Goleman, Daniel (2006). Social Intelligence: The New Science of Human Relationships

Albrecht, Karl (2006). The New Science of Success. Jossey-Bass

http://www.karlalbrecht.com/siprofile/siprofiletheory.htm

http://strategimanajemen.net/2009/03/02/merajut-kecerdasan-sosial/

http://personalityshalha.wordpress.com/tag/social-intelligence/

http://www.sditibnuabbaskebumen.sch.id/konsultasi/view/6/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s